MENJADI RANTING YANG BENAR (Renungan Hari Rabu Paskah V, Tahun A, 13 Mei 2020). INJIL YOHANES 15:1-8

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:5)

Para sahabat GPS yang terkasih.

Sedikitnya, ada 2 syarat bagi kita untuk menjadi ranting yang benar. Pertama, bersatu dengan pokok anggur. Kesatuan kita dengan Yesus sebagai pokok anggur menjadi amat penting, sebab status kemuridan kita hanya ada dalam kesatuan dengan Yesus. Dan penerimaan Sakramen Pembaptisan menjadi tanda bahwa kita sudah menjadi ranting yang benar.

Kedua, menghasilkan buah. Ternyata, memberi diri dibaptis atau menjadi orang Katolik saja tidaklah cukup. Kesatuan kita dengan Yesus mesti menghasilkan buah-buah cinta kasih dalam keseharian hidup. Tanpa buah-buah cinta kasih, kita menjadi ranting yang tak berguna, yang kemudian dipangkas dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yoh 15:6).

Menjadi ranting yang benar berarti mesti bersatu dengan Kristus dalam iman dan melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Sebagaimana Yesus telah menyenangkan hati Bapa dengan melakukan pekerjaan yang diperintahkan Bapa, kita juga diminta untuk meneladani Kristus dalam kata dan perbuatan untuk menyenangkan hati Allah Bapa kita, yang adalah pengusaha kebun anggur kehidupan ini.

Para sahabat GPS yang terkasih. Tentu menulis atau membaca renungan ini hanya salah satu bukti bahwa kita telah bersatu dengan Kristus. Dan itu saja tidak cukup. Kita diundang untuk menghasilkan buah-buah cinta kasih di masa pandemi covid-19 ini. Mari kita mulai dari keluarga kita masing-masing.


Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s