DAMAI SEJAHTERA HANYA BERASAL DARI ALLAH (Renungan hari Selasa Paskah V, Tahun A, 12 Mei 2020). YOHANES 14:27-31a

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh 14:27)

Para sahabat GPS yang terkasih.

Perasaan gelisah dan gentar sering kali melanda hati kita. Hal ini biasa terjadi, ketika persoalan jauh lebih kuat daripada kesiapan diri kita menghadapinya.

Pada kondisi ini, kita berusaha sedemikian rupa, agar kita memiliki pegangan untuk mendukung diri menghadapi persoalan hidup. Dunia memiliki aneka cara untuk menenangkan hati kita. Misalnya, ketika seorang siswa mengalami kegelisahan dan kegentaran menghadapi ujian, karena minimnya persiapan belajar, dunia menawarkan cara tertentu untuk menenangkan hati siswa tersebut, seperti menyontek atau bekerja sama dengan siswa yang lain. Namun, meskipun nilai yang diperoleh sang siswa amat baik, damai sejahtera tidak pernah tinggal dalam hatinya.

Damai sejahtera yang menetap dalam hati setiap insan beriman diyakini hanya berasal dari Allah. Bukan berasal dari dunia. Sebab Allah menawarkan semangat juang untuk menaklukkan kegelisahan dan kegentaran hati dengan cara mengasihi Allah dan melakukan perintah-Nya (Yoh 14:31). Tawaran Allah ini memang tidak semudah tawaran dunia yang sering cari gampang. Seorang siswa diundang untuk tekun belajar, bukan dengan menyontek. Seseorang diminta bekerja keras untuk memperoleh kekayaan, bukan dengan korupsi.

Para sahabat GPS yang terkasih. Pada masa pandemi covid-19 ini, Yesus mengajak kita untuk senantiasa mengasihi Allah dengan melakukan pekerjaan yang baik dan benar. Kita yakin, meskipun hidup kita dilanda wabah ini, hati kita tidak kekurangan damai sejahtera dari Allah.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s