TIDAK LEBIH DARI MELAYANI (Renungan Hari Kamis, Paskah IV/A, 07 Mei 2020) YOHANES 13:16-20

Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. (Yoh 13:17)

Para sahabat GPS yang terkasih dalam Kristus.

Tindakan membasuh kaki, yang biasanya dilakukan oleh para budak kepada majikannya, diambil alih oleh Yesus untuk menunjukkan inti status kerasulan dan inti perutusan para Rasul. Bahwasannya, tugas panggilan hidup menjadi Rasul Kristus terletak pada aspek melayani.

Tentu aspek melayani ini sering kali menjadi bahan dasar setiap sambutan dalam berbagai acara. Namun, tidak sedikit juga orang yang berhenti pada langkah memberi nasihat atau mendengarkan nasihat.

Tahun lalu, tepatnya 11 April 2019, di Vatikan, Paus Fransiskus mengejutkan dunia dengan tindakannya yang berlutut dan mencium kaki pejabat pemerintah Sudan Selatan dan oposisi. Gestur itu sebagai bentuk penghormatan atas kesepakatan gencatan senjata kedua kubu. Paus berpesan, “Sebagai saudara, saya meminta kalian untuk berdamai. Saya meminta dari lubuk hati saya yang terdalam.” Tindakan Paus Fransiskus mencerminkan inti panggilannya sebagai “hamba para hamba Allah”.

Paus Fransiskus tidak hanya berhenti pada tahap mendengar atau membaca pesan Kristus dalam Alkitab. Dia juga tidak berhenti pada tahap berpikir, berbicara, dan menulis tema pelayanan Kristiani. Tetapi juga, dia telah menunjukkan bahwa panggilan apa pun jenisnya tidak lebih dari melayani Allah dan sesama dalam iman dan tindakan kasih.

Di tengah situasi sulit ini, kita diundang oleh Yesus untuk tetap melayani tanpa kenal henti. Sebab, kebahagian kita, para hamba, tidak lebih dari melayani Kristus. Bersama Bunda Maria, kita berdoa kepada Kristus, agar Ia menganugerahkan kita kesanggupan untuk melayani sampai akhir hayat. Tuhan memberkati.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s