RENUNGAN HARI SENIN PASKAH IV/A, 04 MEI 2020, YOHANES 10:11-18

BELAJAR PADA MARIA UNTUK MENJADI DOMBA YANG BAIK

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh 10:11)

Selamat berjumpa kembali para sahabat GPS yang terkasih. Apa kabar hari ini? Semoga selalu sehat yah.

Kemarin, kita baru saja memperingati Hari Doa Panggilan Sedunia ke-57. Salah satu kata kunci panggilan yang diberikan oleh Paus Fransiskus adalah pujian. Sebagaimana Bunda Maria telah menjadikan dirinya sebagai kidung pujian bagi Allah dalam keseluruhan tugas dan kepribadiannya, kita juga diundang untuk berjuang agar kita dapat menjadi kidung pujian bagi Allah.

Caranya? Kita mesti berjuang agar dapat menjadi domba yang baik dari Sang Gembala Yang Baik, Tuhan kita Yesus Kristus. Menjadi domba yang baik berarti memberi diri diatur sepenuhnya oleh Allah. Jawaban Maria pada kisah awal panggilannya menjadi Ibu Tuhan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”(Luk 1:38), merupakan tanda bahwa Maria siap menjadi domba yang baik. Siap diatur sepenuhnya oleh Allah.

Di sinilah letak perbedaan antara Hawa dan Maria. Hawa gagal menjadi domba yang baik, karena dia tidak memberi dirinya sepenuhnya diatur oleh Allah, sehingga iblis atau “serigala” dengan mudah merusak hidupnya dengan dosa. Sementara, Maria, dengan sikap kepasrahannya yang total kepada Allah, dia turut membawa kembali umat manusia yang berdosa untuk bersatu dengan Kristus, Sang Gembala Yang Baik.

Saudari dan saudara terkasih. Di tengah pandemi covid-19 ini, kita diundang untuk bersedia diatur sepenuhnya oleh Sang Gembala Yang Baik. Melalui protokol kesehatan, Sang Gembala meminta kita untuk tinggal “di kandang saja”, di rumah saja, menggunakan APD jika keluar dari rumah, dan tetap menjaga jarak dengan sesama, “kawanan domba yang lain”. Lebih dari semuanya itu, kita diundang untuk memiliki iman seperti Maria yang hanya memasrahkan diri pada Allah, sebab Allah memiliki semua kunci jawaban dari segala persoalan hidup kita. Selamat menjadi domba yang baik dari Gembala Yang Baik. Tuhan memberkati.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s