RENUNGAN HARI SENIN PASKAH III/A, 27 APRIL 2020 YOHANES 6:22-29

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yoh 6:27)

Selamat berjumpa kembali para sahabat yang terkasih.

Manusia sebagai pribadi yang memiliki tubuh-jiwa biasanya selalu berada di antara dua kebutuhan dasar. Kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani, agar manusia hidup layak sekarang dan di sini, serta hidup layak nanti dalam keabadian.

Sebagai umat yang beriman kepada Kristus, kita memercayai adanya kehidupan kekal. Dan Tuhan Yesus, hari ini, meminta kita untuk berorientasi ke arah itu. Hal ini tidak berarti bahwa kehidupan sekarang tidaklah penting untuk dihidupi, tetapi kehidupan sekarang akan menjadi baik dan benar, apabila kita memiliki orientasi pada Allah. Allah yang meminta kita hidup dalam hukum kasih.

Dalam Injil hari ini juga, Yesus mengkritik orang yang mencari Dia hanya untuk memuaskan kelaparan jasmaninya semata-mata. Orang bekerja demi uang; orang yang berdoa demi jabatan; orang yang ramah hanya demi keuntungan ekonomis; orang yang selalu beramal demi mengisi laman medsos; termasuk orang yang memberi nasihat atau khotbah demi popularitas semata-mata.

Inilah makanan yang dapat membinaskan kita, karena semuanya itu hanya terarah untuk diri sendiri, untuk memupuk egosentrisme. Dan kita semua tahu, dalam ruang egosentrisme, Tuhan dan sesama tidak memiliki tempat. Oleh sebab itu, hukum kasih tidak akan bisa dilaksanakan dalam diri orang yang mempertuhan diri sendiri, dalam pribadi yang egois.

Pada masa pandemi covid-19, kita diundang untuk tidak hanya memperhatikan kebutuhan jasmani, tetapi juga berjuang mengisi kebutuhan rohani kita di rumah kita masing-masing. Selain itu, Tuhan juga mengajak kita untuk tidak bersikap egois, kita juga mesti memperhatikan keselamatan sesama. Akhirnya, selamat bekerja bukan hanya untuk mengisi kebutuhan jasmani, tetapi juga bekerja untuk memperoleh makanan yang dapat bertahan sampai pada kehidupan kekal.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s