RENUNGAN HARI SELASA PASKAH III, 28 APRIL 2020 YOHANES 6:30-35

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yoh 6:35)

Para sahabat yang terkasih.

Pada kenyataannya, kita bekerja agar kita tidak mengalami kelaparan dan kehausan dalam hidup. Kita bekerja dari pagi sampai malam, agar kita mampu membeli sesuatu yang dapat dimakan dan diminum.

Salah satu faktor penting agar kita mampu memperoleh makanan dan minuman, yakni pengorbanan. Kita mengorbankan waktu, pikiran, keinginan, dan tenaga. Tanpa pengorbanan, yang ditunjukkan dalam kerja keras, kita tidak bisa memperoleh kebutuhan jasmani tersebut.

Pada kisah Perjanjian Lama, Allah memberi roti bagi orang Israel yang kelaparan di padang gurun. Ini sebuah bukti, bahwa Allah peduli dengan kebutuhan jasmani kita.

Lebih jauh lagi, pada Perjanjian Baru, Allah memberi roti hidup bagi seluruh umat manusia, yang nyata dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus. Inilah bukti paling nyata bahwa Allah peduli dengan kebutuhan manusia secara integral/holistik, mencakup kebutuhan jasmani-rohani, badan-jiwa.

Pada masa pandemi covid-19, perlahan-lahan, kita merasa bahwa bahan untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita semakin hari semakin menipis dan semakin mahal. Hal yang sama juga dengan kebutuhan rohani kita yang mungkin tidak bisa hanya dipuaskan hanya dengan misa online dan ibadat.

Yesus, dalam Injil suci hari ini, mengatakan, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35). Dalam berbagai keterbatasan dan pembatasan yang kita alami saat ini, kita diundang untuk senantiasa berharap dan percaya, bahwa dalam Yesus, kita menemukan jawaban atas segala kebutuhan kita. Kita diundang untuk rela berkorban, agar pesan Yesus ini tetap tinggal dalam diri kita, serta berbuah bagi dunia. Dan kita berdoa, semoga wabah ini segera berlalu. Tuhan memberkati kita semua.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s