RENUNGAN HARI JUMAT PASKAH II/A, 24 April 2020 Kisah Para Rasul 5:34-42 Yohanes 6:1-15

Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. (Yoh 6:15)

Para sahabat yang terkasih. Apa kabar di hari ini? Semoga selalu bahagia dan sehat yah.

Pada hari ini, saya secara pribadi mengajak Anda sekalian untuk merenungkan sikap Yesus setelah Ia memperbanyak lima roti dan dua ekor ikan.

Mengapa? Karena sedikit banyak dari kita sangat lemah pada titik ini. Kita sangat mudah mengambil keuntungan dari setiap hal luar biasa yang telah kita lakukan, baik itu pujian, popularitas, keuntungan finansial, meningkatnya status sosial, serta jabatan empuk.

Padahal, sebagai umat beriman kita tahu, bahwa hal luar biasa yang telah kita lakukan bukan semata-mata karena usaha kita semata, tetapi karena Allah Yang Maha Luar Biasa juga terlibat.

Allah terlibat karena kita memiliki keterbatasan atau kekurangan, cuma memiliki lima roti dan dua ekor ikan. Allah juga terlibat karena Ia mau menunjukkan bahwa dalam Dia tidak ada keterbatan jawaban atas setiap persoalan hidup kita. Allah terlibat, karena kita hanya menggunakan perhitungan matematis, di mana lima roti ditambah dua ekor ikan tidak mungkin dapat dibagikan ke lima ribu (bahkan lebih) orang. Allah terlibat, karena Ia peduli dan mengasihi kita.

Keterlibatan Allah dalam proyek keselamatan kita pada prinsipnya agar kita memilih Dia sebagai satu-satunya pegangan atau jaminan atas hidup kita. Bukan agar kita memilih pujian, popularitas, uang, status sosial, serta jabatan, seperti yang pernah dipilih oleh Adam dan Hawa, para ahli Taurat dan orang Farisi, serta Yudas Iskariot. Sebab pilihan tersebut hanya dilakukan oleh para budak dosa, bukan oleh anak-anak terang yang telah dibebaskan dari belengggu dosa berkat kebangkitan Kristus.

Saudara-saudari terkasih. Pada masa sulit pandemi covid-19 ini, Tuhan sungguh hadir dalam kesusahan kita. Perhitungan matematis, ekonomi, politik, serta kalkulasi medis hendaknya dibarengi dengan harapan yang penuh kepada Allah. Dan hendaknya setiap hal baik yang kita lakukan pada masa sulit ini membuat kita semakin rendah hati, karena Allah-lah yang memungkinkan segala yang baik dan luar biasa terjadi.
Akhirnya, salam sehat dan bahagia selalu. Tuhan memberkati.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s