RENUNGAN HARI SELASA PASKAH II, 21 APRIL 2020 YOHANES 3:7-15

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:14-15)

Para sahabat GPS yang terkasih.
Percakapan Yesus dengan Nikodemus berfokus pada tema kelahiran baru dalam air dan Roh. Konsep ini masih sangat baru bagi Nikodemus. Nikodemus memahami kelahiran dari aspek biologis, di mana manusia hanya terlahir sekali saja di atas muka bumi ini. Namun, konsep kelahiran baru yang dibicarakan oleh Yesus merupakan kelahiran dari aspek rohani/spititual.

Bagi kita orang Katolik, penerimaan Sakramen Baptis merupakan proses kelahiran baru dalam Roh (Bdk. Katekismus, No.1213-126). Dalam pembaptisan, kita dipersatukan dengan Yesus Kristus dalam wafat-Nya di kayu salib, sehingga membebaskan kita dari kuasa dosa dan membuat kita bangkit dengan Dia untuk hidup tanpa akhir.

Nah, kalau ular tembaga yang dibuat oleh Musa meluputkan orang Israel secara biologis, maka Kristus yang ditinggikan pada tiang salib meluputkan seluruh umat manusia secara spiritual dari kuasa dosa.

Saudari dan saudara terkasih. Pada hari ini, Yesus mengajak kita untuk senantiasa tinggal dalam Roh-Nya dengan berperilaku sebagai anak-anak terang. Kebutuhan biologis itu penting, agar kita dapat hidup layak di atas muka bumi ini. Dan kita juga mesti memerhatikan kebutuhan rohani kita, agar kita hidup layak bersama Kristus kelak.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s