RENUNGAN SENIN MINGGU PASKAH II, 20 APRIL 2020, YOHANES 3:1-8

NIKODEMUS

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yoh 3:3)

Para sahabat yang terkasih. Bagaimana kabar hari ini? Semoga selalu sehat dan bahagia yah.

Jika kita mencari pada Alkitab elektronik, khusus bagian Perjanjian Baru, dengan kata kunci “nikodemus”, maka kata itu hanya muncul pada Injil Yohanes.

Sedikit banyak penginjil Yohanes mengisahkan nikodemus dalam tiga babak. Babak pertama, percakapan Yesus dengan Nikodemus pada malam hari, seperti teks yang kita baca hari ini. Babak kedua, Yesus dibela oleh Nikodemus, ketika nama Yesus ramai diperbincangkan oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi (Bdk. Yoh.7:45-52). Dan babak terakhir, Nikodemus membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya, saat pemakaman Yesus (Bdk. Yoh. 19:38-42).

Secara sepintas, kita dapat memahami bahwa Nikodemus adalah seorang Farisi dan juga seorang pemimpin agama Yahudi yang “tidak terang-terangan” mengikuti Kristus. Hal itu dapat dimengerti karena Nikodemus juga seorang pemimpin agama Yahudi.

Sistem memang jauh lebih kuat mengikat orang dari aneka pengaruh luar. Cara berpikir, berkehendak, bertutur kata, berperilaku, bahkan berkeyakinan dari Nikodemus sebagai seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi tak diragukan lagi. Namun, hal-hal inilah yang membuat dia tidak terang-terangan mengikuti Kristus. Dia hanya bisa datang pada malam hari.

Dalam konteks inilah, Yesus mengajak Nikodemus untuk dilahirkan kembali dalam air dan Roh, agar Nikodemus berani bersaksi tentang kebenaran kepada orang lain atau kepada sesama Farisi, serta pemimpin agama Yahudi yang lain.

Sahabat yang terkasih. Berkat pembaptisan, kita sudah dilahirkan kembali dalam air dan Roh. Tugas kita saat ini adalah memastikan suara dari Sang Kebenaran, yang telah bangkit, memengaruhi diri kita, sesama, serta memengaruhi sistem hidup. Kita dapat belajar pada Nikodemus. Dia berani berpikir, berkata-kata, dan bertindak di luar sistem yang keliru. Dia mendekatkan diri pada Sang Cahaya, meski dilakukannya ketika hari sudah malam.

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s