RENUNGAN SELASA DALAM OKTAF PASKAH/A, 14 APRIL 2020 YOHANES 20:11-18

Belajar Pada Maria Magdalena

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. (Yoh 20:18)

Selamat Pesta Paskah sahabat yang terkasih. Semoga selalu sehat di hari kedua dalam oktaf Paskah ini.

Berita tentang covid-19 tak kunjung reda. Jumlah orang yang terpapar pun semakin bergerak ke angka yang memprihatinkan. Bahkan data sementara per 13/04/2020 menunjukkan, bahwa ada 4.557 orang yang positif, 380 orang pasien yang sembuh, dan 399 orang yang meninggal. Oleh sebab itu, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 yang disebabkan virus corona menjadi jalan yang dipilih oleh pemerintah daerah, seperti DKI Jakarta.

Kenyataan ini berdampak langsung pada kita. Kita diminta untuk tinggal di rumah saja. Tentu bagi kita yang sering bekerja, belajar, beribadat, dan berelasi di luar rumah tidak mudah menyesuaikan diri dengan situasi ini. Muncul sikap bosan, bahkan tidak setia lagi mengikuti imbauan pemerintah.

Pada hari ini, Yohanes menulis secara khusus tentang Maria Magdalena. Perempuan yang setia bertahan tinggal di depan kubur kosong, ketika kedua murid Yesus mengambil keputusan meninggalkan kubur kosong. Penantian ini tentu sebuah kekonyolan dari sudut pandang manusia. Namun, melalui penantian orang konyol inilah, Yesus menunjukkan diri-Nya untuk pertama kalinya. Bahkan Maria Magdalena menjadi utusan Kristus yang pertama untuk mewartakan kebangkitan-Nya kepada para rasul.

Nah, di tengah mewabahnya covid-19 ini, kita diundang seperti Maria Magdalena yang tetap menaruh harapan kuat bahwa wajah Kristus dapat ditemukan dalam ketidakmungkinan. Tuhan tidak menutup mata atas penantian kita akan kapan berakhirnya covid-19 ini. Tuhan meminta kita untuk tekun berharap pada-Nya, sebab ketekunan diperlukan dalam setiap perbuatan baik (seperti tinggal di rumah saja, ikuti imbauan pemerintah tentang PSBB, dan imbauan dari Gereja). Kita yakin akan kata-kata Yesus,ÔÇťorang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Mat.24:13).

Penulis: risnomaden88

Lahir di Manggarai Barat, Reweng, 04 Juni 1988, anak pertama dari empat bersaudara. Ayah bernama Mateus Maden (+) dan mama bernama Lutgardis Nggale. Riwayat Pendidikan, pembinaan, dan tugas: 1993-1994: TK St. Familia Wae Nakeng. Tahun 1994-2000: SDI Wae Nakeng. Tahun 2000-2003: SMPN 1 Lembor. Tahun 2003-2007: Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (KPB Angkatan I) & SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo. Tahun 2007-2008: TOR Lela, Maumere. Tahun 2008-2012: Studi Filsafat di STFK Ledalero, Maumere. Tahun 2012-2014: TOP di SMP-SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Sorong, Papua Barat. Tahun 2014-2016: Studi S2 Teologi di STFK Ledalero. Pada tanggal 05 Juni 2016: Tahbisan Diakon di Ritapiret. Tanggal 18 November 2016: Tahbisan Imam di Gereja Katedral Ruteng. Tahun 2016-2017: menjadi Pastor Rekan di Paroki Tritunggal Mahakudus Ranggu. Tahun 2017 sampai 2019: menjadi Pastor Rekan di Paroki Katedral Ruteng. Sejak tanggal 29 September 2019 hingga saat ini menjadi Pastor Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s